Senin, 04 Juni 2012

Sumsel Kalah Dua Kali oleh Pabrik Pupuk


Sumsel Kalah Dua Kali oleh Pabrik Pupuk

Irfan Sutarto Pengamat Budaya Lahat
Terkait pengalihan nama PT Pupuk Sriwidjaja menjadi PT Pupuk Indonesia (Persero) mulai 30 Mei 2012, Irfan Sutarto (42) Pengamat Budaya Lahat ikut bekomentar, bahwasannya Sumatera Selatan sudah kalah dua kali. Menurut Irfan lokasi pabrik Pupuk Sriwidjaja itu dibangun berada di kawasan artepak peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan kini nama pabrik pupuk yang berlokasi di ibu kota Sumatera Selatan itu menghilangkan nama Sriwidjaja.

“Sumatera Selatan kalah dua kali, pertama, mengalah dengan mengorbankan kawasan artefak Sriwidjaja sebagai lokasi pabrik pupuk itu dan kedua kini nama Sriwidjaja dikorbankan juga menjadi Indonesia, semua atas nama Indonesia dan demi bangsa serta negara Indonesia” kata Irfan.
Dilansir dari portal PT Pupuk Sriwidjaja perubahan nama dari PT Pupuk Sriwidjaja (Holding) menjadi PT Pupuk Indonesia (Persero) dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) tersebut, termasuk memperkuat posisi tawar dalam negosiasi pengadaan gas alam sebagai bahan baku pupuk urea.
Menteri BUMN Dahlan Iskan yang meresmikan perubahan nama dan logo tersebut memuji keputusan manajemen PT Pupuk Indonesia yang dengan cepat melakukan berbagai perubahan selama 5 bulan terakhir untuk memacu kinerja.
“Dalam dunia korporasi, kecepatan merupakan hal penting, karena banyak kesempatan yang hilang jika kita tidak cepat meraihnya,” ujar Dahlan Iskan saat meresmikan logo dan nama baru tersebut di Jakarta.
Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja yang dirubah menjadi PT Pupuk Indonesia Arifin Tasrif mengatakan perubahan nama dan logo tersebut, maka nantinya hanya ada satu nama merek pupuk bersubsidi.
 “Penggunaan satu merek ini, juga dimaksudkan untuk menghilangkan fanatisme merek. Kami sudah sosialisasikan ke tingkat petani dan semua berjalan dengan baik,” katanya.
[jajangrkawentar]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar